Beranda / Jangan Lewatkan / Curhatan Orang Tua Casis Bintara Viral

Curhatan Orang Tua Casis Bintara Viral

Curhatan Orang Tua Casis Bintara Viral

Curhat, Video Viral

Nah beberapa waktu lalu viral mengenai video curhatan orang tua Casis atau Calon Siswa Bintara POLRI yang berasal dari Sulawesi Utara. Casisnya tersebut bernama Rafael Malalangi. Dari video yang beredar, diketahui bahwa orang tua salah seorang Casis Bintara POLRI Polda Sulut tersebut mengunggah atau menyebarkan video berisi curhatan atau keluhan. Video tersebut ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesa, Bapak Ir. H. Joko Widodo dan juga kepada KAPOLRI.

Dimana pada awalnya menurut video viral tersebut seorang Rafael Malalangi yang sebelumnya dinyatakan lulus ternyata hilang dari daftar kelulusan dan diumumkan secara langsung. Bahkan sempat ada komentar netizen menganggap jika nama Rafael diganti menjadi nama Casis Bintara lain.

Setelah video curhatan viral tersebut, Polda Sulut melakukan jumpa pers. Menghadirkan Casis Rafael Malalangi juga kedua orangtuanya. Menurut Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast menjelaskan adanya kesalahan input nilai dari salah satu Casis yang menyebabkan peringkat Rafael akhirnya harus turun ke 23 dari 22 orang/kuota.

Uniknya, seteleh viral di media media sosial, Rafael Malalangi yang berasal dari POLDA Sulawesi Utara tersebut diterima sebagai Calon Siswa (Casis) Bintara POLRI. Berdasarkan pertimbangan maupun kebijakan dari pimpinan Kapolda Sulut mengusulkan agar Rafael dapat diikutkan pada gelombang kedua atau gelombang 1 tahun 2022 seperti yang diungkapkan Kabis Humas Polda Sulut dalam jumpa pers tersebut.

Usulan tersebut langsung disampaikan Kapolda Sulut ke Kapolri dan sudah disetujui. Rafael Malalangi diakomodasi dalam penerimaan Calon Siswa Bintara Polri Gelombang 1 (pertama) tahun 2022. Jadi Pak Kapolri sudah setuju dan mengakomodir untuk penambahan kuoata 1 orang atasa nama Rafael.

Muncul Pertanyaan

Ya, kesalahan inputnya ini terjadi pada salah satu Casis lho. Jika kesalahan input nilai tersebut dibenarkan bagaimana kira-kira? Apakah Casis yang nilainya salah input tadi jika dibetulkan berdampak terhadap Casis Rafael? Atau apakah ada Casis yang sebelumnya tidak ada dalam daftar kelulusan, tiba-tiba terdaftar dalam daftar kelulusan? Banyak pertanyaan yang muncul. Apakah pernah terjadi kasus yang sama sebelumnya? Atau pernahkah anda menjadi korban salah input nilai? Atau jangan-jangan sebaliknya, menjadi orang yang diuntungkan saat terjadi kesalahan penginputan nilai?

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses