Beranda / Blog / Ekuitas dalam Ilmu Akuntansi

Ekuitas dalam Ilmu Akuntansi

Ekuitas dalam Ilmu Akuntansi
Ekuitas (Equity).

Pengertian Ekuitas

Di dalam ilmu akuntansi, pengertian ekuitas adalah selisih nilai aset dan liabilitas. Sehingga, ekuitas juga bisa disebut dengan hak residual yang dimiliki dari aset perusahaan tetapi dikurangi dengan liabilitas terlebih dahulu.

Liabilitas sendiri adalah hutang yang mesti dilunasi pada masa depan dan juga layanan yang mesti dilakukan di masa yang akan datang pada pihak lain. Semisal hutang perusahaan maupun biaya perbaikan dari komputer yang mesti dilakukan. Apabila liabilitas telah dibayarkan, maka aset inilah yang kemudian disebut dengan ekuitas.

Secara sederhana, pengertian ekuitas adalah besarnya hak maupun kepentingan dari pemilik perusahaan pada harta perusahaan. Apabila diingat kembali mengenai persamaan dasar akuntansi, pada sisi kiri ada harta dan sisi kanannya adalah utang serta ekuitas.

Pengertian ekuitas secara bahasa adalah equity atau equity of ownership yang memiliki arti sebagai kekayaan bersih dari perusahaan. Ekuitas juga diformulasikan dengan total dari aktiva yang dikurangi dengan total pasiva.

Ekuitas adalah hak pemilih perusahaan yang merupakan selisih dari aktiva dengan kewajiban. Sehingga, ekuitas bukan lah ukuran nilai jual dari perusahaan tersebut, Apabila dirumuskan, maka “Ekuitas = Aktiva (aset) – Hutang”

Nilai dari ekuitas bisa dilihat secara sederhana melalui rumus tersebut. Akan tetapi, ekuitas tidak diperjualbelikan karena akan memengaruhi bisnis. Jumlah dari ekuitas pemilik usaha atau investor akan berkurang jika mengambil kebijakan menarik uang dari bisnis yang tengah dikelola.

Nilai ekuitas juga tidak melulu positif. Nilainya akan negatif jika liabilitas lebih besar ketimbang nilai aset. Nilai ekuitas negatif dikenal dengan istilah defisit. Aga perusahaan bisa mengetahui nilai ekuitas, maka perusahaan harus mengaturnya dengan baik. Catat semua aset dan juga liabilitas yang dipunyai agar keuntungan bisa didapat dan tidak defisit.

Elemen Ekuitas

Berdasarkan pada pengertian ekuitas di atas, maka elemen dari ekuitas terbagi atas 5 hal yang meliputi modal disetor, modal sumbangan, laba tidak dibagi, modal penilaian kembali, serta modal lain. Berikut adalah lima elemen dari ekuitas yakni:

Modal Disetor

Modal disetor merupakan uang atau modal yang diberikan pemilik usaha maupun investor dalam jumlah tertentu. Tujuan dari modal disetor sebagai perkembangan bisnis. Ada dua bagian dari modal disetor yang meliputi modal saham dan agio & disagio saham.

Modal saham merupakan nominal uang maupun lembar saham yang beredar di dalam suatu bisnis. Sedangkan agio dan disagio saham merupakan perbandingan banyaknya jumlah pemegang saham dengan jumlah nominalnya.

Laba Tidak Dibagi

Laba tidak dibagi merupakan sisa atau jumlah dari keuntungan perusahaan yang berasal dari tahun-tahun yang telah lalu serta belum diambil. Akan tetapi, jenis laba ini tidak masuk sebagai dividen. Ketimbang mengendap tanpa kejelasan, maka sebaiknya dijadikan sebagai modal.

Modal Penilaian Kembali

Jenis modal ini didapat dari sisa modal dari periode sebelumnya dalam pembukuan pada periode yang selanjutnya. Hal ini dilakukan supaya sisa modal dari periode sebelumnya bisa lebih maksimal untuk digunakan sebagai kebutuhan bisnis tambahan di masa yang akan datang.

Modal Sumbangan

Dalam pengertian ekuitas, terdapat modal sumbangan yang didapat dari aktiva sumbangan oleh pihak lain.

Modal Lain-Lain

Elemen dari modal yang terakhir ini merupakan modal yang didapat dari cadangan. Contohnya dari cadangan obligasi, penurunan harga dan masih banyak lagi.

Jenis Ekuitas

Nilai ekuitas adalah komponen yang bisa dipakai dalam analisis keuangan. Konsep ekuitas bisa diterapkan pada berbagai aspek di dalam kehidupan. Umumnya, jenis ekuitas yang kerap dipakai meliputi ekuitas pemegang saham, ekuitas rumah, ekuitas pemilik, serta pembiayaan ekuitas. Ulasan lengkapnya dapat Anda simak di bawah ini:

Ekuitas Pemegang Saham
Jenis ekuitas ini adalah jumlah uang yang dikembalikan pada pemegang saham jika segala aset perusahaan dilikuidasi serta semua hutang yang dimiliki telah dibayarkan. Nilai dari ekuitas yang paling kerap dibahas pada kehidupan sehari-hari adalah ekuitas pemegang saham.

Ekuitas Rumah
Ekuitas rumah adalah nilai rumah dikurangi jumlah hutang hipoteknya. Jenis nilai ekuitas yang satu ini sangat penting untuk orang yang ingin menjual atau membeli rumah agar memperoleh suatu keuntungan. Apabila ia meminjam uang dari bank untuk membeli rumah serta harga jualnya melebihi nilai yang dipinjam dari bank, maka nilai ekuitasnya positif.

Ekuitas Pemilik
Tidak berbeda jauh dengan ekuitas pemegang saham jenis ekuitas ini juga diaplikasikan pada usaha yang tidak masuk pada bursa efek. Bentuk usaha dengan ekuitas pemilik, semua keuntungan yang didapat akan masuk pada pemilik usaha. Nilainya pun menjadi nilai ekuitas pemilik usaha.

Pembiayaan Ekuitas
Pembiayaan ekuitas dapat dipakai jika perusahaan mempunyai usaha yang sudah berhasil. Akan tetapi, pengusaha tidak memperoleh profit. Cara untuk menyiasatinya adalah saham dapat dijual kepada investor. Lantas, hasil penjualannya dipakai untuk membiayai dalam hal pengembangan perusahaan.

Secara lebih rinci, berikut akan dibahas mengani ekuitas pemegang saham dan ekuitas saham.

Ekuitas Pemegang Saham

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa pengertian ekuitas pemegang saham akan dikembalikan pada pemegang saham jika semua aset dilikuidasi serta seluruh hutang telah dibayar. Jenis ekuitas ini kerap dijadikan faktor acuan dalam menentukan kondisi keuangan dari suatu perusahaan apakah sehat atau tidak. Nilai ini penting dikarenakan merepresentasikan nilai yang dimiliki investor pada suatu perusahaan. Nilai ini pun dapat dijadikan acuan dari investor dalam menentukan keminatannya pada perusahaan.

Nilai ekuitas pemegang saham dapat menjadi angka yang positif maupun negatif. Apabila asetnya cukup menutup liabilitas, angka ekuitas pun menjadi positif. Tetapi, jika liabilitas lebih dari aset, maka ekuitas menjadi negatif.

Ekuitas Saham

Di dalam investasi, ekuitas mengacu pada kegiatan kepemilikan serta pembelian saham pada pasar saham maupun bursa efek. Pemilik saham biasanya akan membeli saham dengan melakukan antisipasi akan mendapatkan pendapatan yang berasal dari deviden (capital gain). Pemegang saham juga akan menerima hak suara pada dewan kandidat direksi.

Untuk menilai ekuitas lebih mahal atau kurang mahal dapat melalui perhitungan yakni dengan dibandingkan obligasi pemerintah pada jangka waktu yang panjang. Selisih ini disebut dengan gap hasil atau rasio hasil.

Kesimpulan
Setelah Anda mengenal pengertian ekuitas secara mendalam, langkah selanjutnya bagi Anda pemilik bisnis adalah untuk membuat nilai ekuitas Anda lebih besar sehingga membuat entitas bisnis juga menjadi lebih berkembang.

Catat juga seluruh kegiatan keuangan pada bisnis untuk meminimalisir kesalahan pada saat Anda mengambil keputusan yang berhubungan dengan pengembangan bisnis.

Sumber : accurate.id

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses