Emission Control atau Kontrol Emisi Toyota Kijang, PR Baru di Tahun Baru,
Apakah kalian tahu jika ternyata Kijang punya sebuah Modul Kontrol Emisi? Untuk Kijang Super sampai dengan tahun 1991, umunya kontrol emisi-nya berwarna abu-abu dan berada di bagian bawah dashboard (sebelah kanan) pengemudi. Pada Kijang Grand atau Super G modul kontrol emisi ini berwarna hijau. Posisinya berada di bagian bawah dashboard (sebelah kiri) bagian penumpang.
Fungsi Emission Control
Emission Control atau Kontrol Emisi tersebut berfungsi untuk menutup saluran bahan bakar ke karburator saat putaran mesin sudah mencapai RPM 2000. Disaat yang sama kontrol emisi ini bekerja bersamaan dengan sebuah switch/solenoid untuk menyuplai udara ke karburator.
Dampak
Secara umum, mesin akan lebih boros jika modul ini bermasalah karena bahan bakar akan selalu di suplay ke karburator selama mesin hidup. Knalpot juga biasanya mengeluarkan suara seperti ledakan saat turun atau lepas gas.
Pada beberapa kendaraan mengalami kesulitan atau bahkan tidak bisa stasioner (langsam). Penyebabnya seperti pengalaman saya sebelumnya, kabel yang berasal dari kontrol emisi ke switch karburator tidak menghasilkan arus negatif. Hal tersebut mungkin disebabkan adanya kerusakan pada salah satu atau beberapa komponen yang terdapat pada kontrol emisi tersebut.
Terkadang, pihak bengkel melakukan jalan singkat dengan menghubungkan langsung arus positif dan negatif pada switch langsam. Hal ini hanya membuat switch langsam langsung bekerja saat kunci kontak di posisi ON.
Selain kondisi Emission Control tersebut harus dalam keadaan baik, switch atau solenoid untuk memberi suplay udara pada karburator juga harus berfungsi dengan baik pula. Modul kontrol emisi tersebut tidak akan bekerja optimal jika salah satu dari baik itu switch ataupun modul tadi bermasalah.









